Talok & duwet jatuh tak jauh dari pohonnya

G : “Om klo hari sabtu-minggu ajari gitar ya, kemaren pelajaran BI suruh maju nyanyi berkelompok, kelompok ku nyanyi Laskar Pelangi temenku pke gitar malah jelek bgt..g pke gitar kecil si..kya nidji. Sama animasi flash ya om, ku pengen bikin game.”
Om :’Klo belajar motret pke kamera gede ituh pengen g?”
G : “Ya bsok pagi pie..? ku di jemput ya dibangunke jam ½ 6 ke City Walk bawa kamera”
Tos.. [terdengar suara dua tangan beradu, tanda sebuah deal]

Setuju ga klo posisi menentukan prestasi..? sebagian besar mahasiswaku multimedia informatika mengangguk setuju [hobi nyontek kyone], jika g setuju coba dikau tanya pak djaduk & pak butet kertaradjasa yang anak seorang seniman tari [bagong kusudiharjo]dari jogja ituh, jika masi ragu coba tengok martinus miroto seorang penari, si pemeran utama film opera jawa [Empu; jogja tv rabu 26 Nov’08] yang tnyata dibesarkan di keluarga dalang dan seni pewayangan. Jika & hanya jika dikau masi blom percaya, coba ketik “Larry Page dan Sergey Brin di google lalu enter, pastilah dikau akan menemukan klo salah satu dari si penemu google yg sukses di usia sangat muda itu adalah putra seorang profesor matematika. Mo bukti laen..?! gita gutawa! Keluarga koeswoyo ! [kick andy; metro tv jumat 21 nov’08] dan masi banyak lagi bbrpa orang sukses & tkenal lainnya.

Trus kenapa dengan mreka..?! ya g papa.. 🙂 g knapa..knapa..he.he..

Beruntung aja mreka bisa berada di sekitar orang2/keluarga/lingkungan hebat hingga mreka mendapatkan banyak referensi yang mempengaruhi jalan kesuksesan mreka, karena terpupuk sejak dini dalam keluarga & lingkungannya. Terlihat kesuksesan mreka sedikti banyak dipengaruhi posisi lahir mreka [disertai kerja keras tentunya]. Beda dgn seorang anak yang dibesarkan oleh seorang pengrajin kemasan yang selalu diusir oleh bapaknya [pengrajin kemasan] untuk tidak melihat bapaknya yang sedang bekerja melebur emas untuk dijadikan gelang, cincin ato sebuah kalung.

Trus apakah si bapak pengajin kemasan itu tidak hebat seperti orang2 diatas? Justru si bapak itu lbh hebat [peluk dulu..], dia mengusir si anak utk tidak melihat dia bekerja dengan tujuan si anak tidak jatuh cinta dengan aktivitas profesi yang dia lakukan, ini adalah sebuah harapan agar kelak sang anak tidak mengikuti jejaknya sebagai pengrajin kemasan yg dia anggap sebuah profesi yang berat & tidak dihargai orang disekitarnya karna penghasilannya juga tidak seberapa [profesi yang dihargai kan dokter, insinyur dan pilot]. Beliau pengen anaknya menjadi orang yang lebih dari dia. Beliau berharap si anak mendapatkan referensi lain [dengan tidak melihat aktivitasnya]. Harapan yang wajar dan tentunya mulia. Ga pa ya jika si anak itu adalah aku..

Namun bagaimana si anak bisa menjadi lebih dari dia jika referensi sehari-harinya g jauh2 dari menggiling emas menjadi kawat2, memukul-mukul emas untuk menjadi batangan cincin, dan mencuci giwang dengan bijih lerak agar tampilannya lebih mengkilap. Ku juga ga tau persisnya kenapa sekarang ku jadi berkutat dengan grapik, web dan multimedia hingga punya hobi memandangi iklan..ku bener2 g tau padahal masa kecilku dipenuhi masa keemasan [proses pembuatan produk2 kemasan maksud e he..] tapi yang jelas beliau berhasil menyekolahkan aku hingga ku mendapat referensi lain.

Ga begitu penting sbenernya bagaimana ku berkenalan dengan “multimedia informatika” karna inti crita tulisan ini bukan ttg itu melainkan crita ttg sebuah “balas dendam”, balas dendam yang menyala-nyala ketika terjadi percakapan iseng antara aku [si om; grapik slave] dan keponkanku [si G; siswa kelas 1 SMP ] seperti yang tertulis di permulaan diatas. Sebuah misi balas dendam untuk memberikan referensi sebanyak mungkin untuk keponakan2 ku tercinta tentang beragam pengalaman dimasa pertumbuhan mreka, yang smoga bisa memperbanyak referensinya kelak ketika tiba waktunya untuk memilih. Sebuah pendidikan profesi sejak dini kecil2an he..[lebih penting daripada pendidikan sex sejak dini menurutku].

Inilah salah satu misi balas dendam ituh, memberikan pengalaman rasanya membidik dengan kamera & belajar mengoperasikannya, sebuah kamera DSLR Canon EOS 350 kit lensa [citywalk & kampoeng batik laweyan; minggu 06 pagi 30 nov’08] kuabadikan dgn hp sony ericsson w200i

Berikut bbrapa hasil belajar megang kamera [pengaturan diafragma dan focusing]

da ngerti cara ngatur diafragma, kemudian nyoba2 utk ngatur fokus dikampoeng batik laweyan

Setelah tau diafragma dan tau fokus, lalu mulai brani2 jeprat-jepret sepanjang jalan

Belajar flash animasi dan gitar kapan om..? sebtu depan ya?! Tos..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar