Cepat ato lambat Tuhan akan punya kejutan..

Win Wenger dalam bukunya ” Beyond Learning and Teaching” menyebutkan suatu Teknik Visualisasi untuk melatih kecerdasan. Konon katanya Albert Einstein juga bisa mendapatkan Hukum relatifitas dengan visualisasi imajinatif dari seberkas sinar, Kata Wenger ketika kita melakukan teknik visualisasi ini kita menggunakan 80 % dari semua otak kita.

Teknik visualisasi disini adalah kita melatih otak kita untuk bisa memvisualisasikan sesuatu hal, mulai dari mendeskripsikan suatu pemandangan, suatu benda imajinasi,. Benda nyata kita deskripsikan kepada kita sendiri ataupun kita tuliskan dalam sebuah buku catatan sejelas dan serinci yang kita bisa gambarkan ato dibayangkan oleh imajinasi kita.

Kalau kata Wenger itu soal kecerdasan, lalu bagaimana dengan mimpi kita..? kita manusia selalu punya kebutuhan, punya keinginan, punya cita-cita, punya mimpi. Seperti laskar pelangi yang terus bermimpi

Pernahkah kamu punya sebuah mimpi sederhana; sebuah mimpi pengen merasakan nikmatnya Indonesia di taon 1930 an.sebuah suasana yg teduh eksotis penuh romantisme masa kolonial masa kompeni yg serba lapang. Jalan masih lengang, udara masih segar, dan segala kejernihan lainnya.

Toko Oen Semarang kala itu

Toko Oen Semarang kala itu

Mimpi itu adalah mimpiku untuk berada di sebuah Toko Oen. Sebetulnya Toko Oen ini ada beberapa. Pertama kali berdiri di Yogyakarta pada 1922, [namun di Yogyakarta bangunannya sudah tidak berbekas lagi] lalu menyusul di Toko Oen Malang didirikan pada tahun 1930. Terletak di jalan Basuki Rachmad dekat Alun-Alun Kota Malang. Kemudian Semarang tepatnya 16 April 1936 dibukalah Toko Oen di Semarang, Bodjong Weg adalah alamatnya. Bodjong Weg yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Pemuda, merupakan salah satu jalan utama di kota Semarang, kemudian baru Jakarta. Nama “OEN” diambil dari nama marga pendirinya Oen Tjoen Hok keturunan Tionghoa, yang bernama Indonesia Max Liem. Dahulu restoran ini merupakan yang terbesar di Malang, dan dijadikan tempat berkumpul Orang-orang Belanda di kota ini. Tahun 1958, Toko Oen di Jakarta dan Yogyakarta ditutup karena keterbatasan anggota keluarga yang bersedia mengurusnya. Setelah Max meninggal, pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada Han Poo Kok, seorang pengusaha kayu di Malang. Masuk ke restoran ini, serasa masuk ke mesin pemutar waktu. Begitu pintu dibuka, sebuah interior tempo doeloe menyambut dengan megah. Selanjutnya kita akan dibawa ke sebuah ruangan restoran khas jaman kompeni.Suasana interior dan pelayan yang memakai stelan linnen putih berpeci hitam yang disebut garcon masih mampu membawa nostalgia melewati abad2 silam yang dilampaui 3 generasi keluarga pengelola Toko Oen. Toko Oen masih ada di Malang dan Semarang sampai saat ini.

Toko Oen kala itu

Toko Oen Batavia kala itu

Toko Oen Jogja kala itu

Toko Oen Jogja kala itu

Mimpi yang sudah sangat lama, mimpi yang sederhana [sesederhana kita bernafas] bagi org2 yang yang mempunyai kesempatan dan biaya menuju kesana. Tapi “sederhana” itu tidak untuk semua orang termasuk aku. Namun jika mimpi itu selalu divisualisasikan di alam pikiran, maka cepat ato lambat bakal mewujud dan Tuhan punya kejutan untuk wujudnya, wujud mimpi yang melebihi dari apa yang digambarkan.

TOKO OEN before the Japanese occupation

TOKO OEN Malang before the Japanese occupation

Toko Oen Malang kini

Toko Oen Malang kini

Toko Oen kini | merasakan suasana Indonesia 1930an di Toko oen dengan nol rupiah disela-sela penggarapan E-Magz Kab Batu Malang bbrapa saat lalu, bukan hanya nol rupiah melainkan juga bonus pulang bawa honor project he..he.

merasakan suasana Indonesia 1930an di Toko oen dengan nol rupiah disela produksi E-Magz Kab Batu Malang bbrapa saat lalu

Teknik ini pula yang semoga akan membawa mimpiku merasakan apa yang dirasakan oleh Garin Nugroho ketika menggarap video klip lagu Negri di Awan nya Katon Bagaskara. Mimpi sederhana yang juga sudah lama yang muncul ketika pertama kali melihat video klip ini. Mimpi merasakan eksotisme locomotif tua Jawa.

[youtube lAUhV7FeTXI nolink]

Bulan Juli ini produksi video dokumenter “Cepu Forestry Railway” | save the past for the properity pesanan sebuah lembaga riset sudah dimulai, diawali dengan riset visual #1 tgl tgl 30juli 2009. Di riset visual itu kebetulan bertemu dengan Cepu International Heritage Club yang ditunjuk menjadi panitia lokal penyelenggaraan event internasional JAVA’S SWEET STEAM 2009
Sebuah event tahunan menyusuri jalur rel tua dari pabrik-pabrik gula tua yang masih aktif di Jawa dengan menaiki loko-loko tua koleksi pabrik2 tersebut. Event yang diselenggarakan oleh Farrail Tours Germany ini dimulai dari Jakarta 20 agustus 2009 dan berakhir di Gunung Bromo tgl 8 sept 2009 dengan peserta dari 20 negara yang masing-masing membayar £2.830 ungkap Mas Sisworo dari Cepu International Heritage Club [gila mosok mau ikut aja kudu jual 1 rmh tipe 21..duit dr mane om]

rute susur rel & loko tua Java Sweets Steam 2009

rute susur rel dengan loko tua "Java Sweets Steam 2009"

Cuma kemecer aja dengar cerita Mas Sisworo itu..

Tetapi Tuhan Maha Tahu apa yang ada dimimpi hambanya, diakhir pertemuan kami, keluar kalimat yang tidak dinyana dr Mas Sis “Mas Yudi dan tim jika berminat bisa kami fasilitasi secara gratis utk turut serta di event ini agar bisa mengambil data foto dan video lbh banyak utk kebutuhan video dokumenter. Tetapi syaratnya satu, mas yudi kudu bw kamera karena dicepu nanti semua koleksi loko tua Perhutani akan dikeluarkan untuk dinaiki dan untuk sesi pesta foto buat bule-bule itu.”

Badala……!!! Glek.. [nelan ludah]
Ga ada kata2 laen selain “Siiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap..”

naik kereta api tuuut..tuuut.tuuut.. siapa hendak turut…

Sesederhana apapun mimpimu lakukanlah teknik visualisasi, bayangkan terus menerus, gambarkan secara detail di pikiranmu..cepat ato lambat Tuhan akan punya kejutan untukmu..

kapan ya bisa merasakan passion the beatles dalam memproduksi lagu2 legendarisnya di Museum Beatles Liverpool. Juga merasakan pameran foto “Daylife smilling of Indonesia” di sebuah Hall Perpustakaan sudut kota sebuah negri bernama Prancis.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar